Sunday, May 4, 2014

Semangkuk Es Pisang Ijo di Terik hari

Sekarang ini jakarta aneh banget ga sih cuacanya?
panasnya kaya di neraka kali ya...
*tolong ya yang baru keluar dari neraka, pintunya ditutup*

jadi hari ini setelah beres2 rumah yang kotornya uda kaya apaan ga tau, ditambah cuaca panas dan tubuh lelah, gw dan bokap nyokap memutuskan untuk cari cemilan dingin-dingin seger
dan pilihan hari ini jatuh kepada Es pisang ijo di boulevard gading

mantab.....
mantab pokoknya! ini salah satu kedai es favorit gw selaen macem hong tang atau blackball. selain harganya juga lebih terjangkau, gw suka lapisan ijo yg menyelimuti pisangnya. semangkuk es sekitar Rp. 15.000 an aja. Gw nanem pisang sampe 7 keturunan juga ga bakal bisa deh. 

kebetulan juga, hari ini gw uda ada janji untuk ketemu calon nasabah baru di daerah gading. 
jadi setelah menyegarkan otak dan mendinginkan lambung dengan kesegaran dan manisnya es pisang ijo, gw pun berangkat lagi ke mkg.

Adalah calon nasabah gw ini seorang bapak-bapak, sebut saja namanya Pak Budi (32 tahun, bukan nama sebenernya)

*lah koq kaya koran poskota?!*

Pak Budi ini perantauan dari daerah Sumatera, hijrah ke Jakarta dan bekerja sebagai ahli mesin-mesin berat
gw kenal pak Budi ini dari salah satu nasabah gw, yang cantik dan gemulai (moga2 elu ga baca ya nan..)

kalo secara bahasa kasarnya, pak Budi ini dari dusun, berarti kalo menurut sebutan banyak orang, ya orang kampung gitu sih.. *no offense ya*

pak Budi ini mau buka tabungan untuk persiapan dana pendidikan anaknya yang baru berumur 3.5 tahun.
kita janjian ketemu di MKG jam 6.30 malem untuk membicarakan proposal dan perencanaannya

sewaktu gw lagi makan di es pisang ijo, pak Budi nelepon, dan dia bertanya, bisa ga kalo pertemuannya di rumah kos dia saja, tidak jadi di mol, dimana kos dia tidak terlalu jauh dari mkg
gw sih ga masalah, tapi karena di rumah kos dia jauh dari ATM, gw menyarankan untuk tetap ketemu di mol, karena setelah pembicaraan proposal, harus ke ATM untuk melakukan pembayaran pertama untuk tabungan. 

akhirnya singkat cerita, tetap ketemu di mol
dan ketemu di depan yong tau fu

karena suasana yang tidak mendukung (jam isi perut soalnya), gw ajak pak Budi untuk ngobrol di Starbuck
sampe di buck, gw minta pak Budi duduk dulu sementara gw pesen kopi
sambil nunggu kopi dibikin, gw ngintip-ngintip liat pak Budi, dan gw cukup kaget

selama pak Budi nunggu, gw melihat dia duduknya tidak tenang
gelisah dan sepertinya takut-takut, melihat sana sini dan duduknya tidak senderan di punggung kursi

akhirnya singkat cerita, gw selesai menjelaskan perencanaan tabungan untuk persiapan anaknya kuliah, lalu sesi pertanyaan, lalu tanda tangan, dan ke atm untuk mengurus pembayaran. 
dan waktu perjalan ke tempat atm, gw sempet ngobrol-ngobrol sama pak Budi

Gw: wah, kalo weekend gini, pak Budi sering ajak anak istri jalan-jalan donk ya, apalagi ke MKG ini deket

Pak Budi: hehe engga mbak Indri, ini pertama kali saya ke mol selama saya di jakarta. saya sungkan, karena ini kan tempat orang kelas atas. kalau orang kelas bawah kaya saya, mainnya mah di ramayana palingan. 

Gw:..... ga lah pak Budi, kadang saya juga sering ke ramayana koq, asal nemu baju yang cocok, ya ga pilih-pilih lagi. 

gw baru ngerti kenapa pak Budi minta ketemunya di kontrakannya aja
dan gw juga baru sadar, kenapa selama di starbuck tadi, pak Budi duduknya ga tenang

pak Budi menilai dirinya sendiri sebagai orang yang tidak pantas berada di mol
karena dia sudah menilai dirinya sendiri sebagai orang dari kelas bawah

buat sebagian orang, beli 1 gelas starbuck itu adalah hal yang biasa aja
minum kopi seharga Rp. 58.000 per gelas, itu uda bagian dari lifestyle

waktu gw cerita ke nyokap, nyokap tersenyum dan bilang ke gw

"Mungkin hari ini pak Budi akan cerita ke istrinya, kalau hari ini diajak minum kopi enak sama seorang Indri. dan mungkin karena segelas kopi itu, elu udah bisa menambahkan satu pengalaman baru lagi yang indah di hidupnya seorang pak Budi"

"...iya mi, tadi aku juga liat si pak Budi minum kopinya keliatan enakkkkk banget...waktu aku ajak ke atm, dia buru-buru seruput kopinya sampe abis, dan cari-cari tong sampah untuk buang gelas plastiknya"

".... elu sih kebangetan, tadi biarin aja duduk-duduk dulu biar si pak Budi enjoy kopinya pelan-pelan, ini malah disuruh buru-buru minum..."

......

gw bukan mau menyombongkan diri dan membahas betapa murah hati dan baiknya gw uda mentraktir orang minum kopi mahal, meski gw sendiri pun minum starbak kalo lagi ada promo.. lumayan gileee goban cuma buat segelas kupi....

tapi satu hal yang gw mau share di sini adalah

Bagaimana di dalam hidup ini, kita bisa menambahkan VALUE dalam hidup orang lain

gw memilih job sebagai konsultan perencanaan keuangan bukan hanya karena di sini ladangnya duit
tapi di sini, gw bisa belajar untuk menghargai kehidupan orang lain
dan bagaimana gw bisa menambahkan value di dalam setiap kelakuan gw sehari-hari ke hidup orang lain

pak Budi ini kalo ga salah lulusan smp
tinggal di daerah pedusunan
hijrah ke jakarta
kalo gw ngomong kasarnya deh

mungkin ga sih orang dusun sampe kepikiran buat punya asuransi?

jujur gw sendiri sangat takjub waktu denger pak Budi ini mau buka polis pendidikan anak untuk anaknya yang masi kecil

"orang dusun cing... lulusan smp pula..."

dan okelah, gajinya mungkin ga sebesar lulusan orang-orang kuliah
tapi apa yang membuat dia sampe pengen buka polis buat anaknya? 

di luar sana ada loh orang yang pendidikannya tinggi, lempar toga waktu lulus di hari wisuda, 
sekarang kerja dan gajinya lumayan, tapi diajak sharing doank ttg asuransi, ga mau
langsung tutup pikiran
dan gw langsung dicuekin, even waktu gw ucapin happy birthday, ga ngomongin asuransi sama sekali.. padahal temen uda lama
shock sih melihat kelakuannya, tapi ya udalah, karakter orang kan macem2, ga semuanya juga koq aneh2 kaya gitu

mungkin yang membuat pak Budi sadar akan pentingnya asuransi adalah, sewaktu temen gw yang baik itu mendaftarkan semua anak-anak buahnya menjadi nasabah Pru sama gw
dengan kata lain, temen gw dan suaminya itu sudah menambahkan value di dalam kehidupan masing-masing anak buahnya

gw sih acung jempol ya buat temen gw itu, bagaimana dia sudah memikirkan untuk menyiapkan dana pensiun bagi masing-masing anak buahnya, plus proteksi kesehatan mereka. 

gw bersyukur sih dengan pekerjaan gw ini, gw bisa turut menambahkan value di dalam hidup para nasabah gw
yaitu dengan membantu mereka merencanakan kehidupan yang lebih baik 5, 10, 20 tahun dan seterusnya ke depan
mungkin buat sebagian orang yang belum mengerti manfaatnya asuransi, mereka cuma pikir "buang duit aje" ato "10 tahun lama banget"
tugas gw adalah menjelaskan dan mensharingkan bahwa asuransi itu "bukan buang duit, tapi justru akan bikin elu kaya dengan punya asuransi"

mungkin ga sih 10 tahun kemudian ketika duit nasabah gw bertambah banyak
atau ketika claim ratusan juta rupiah dibayarkan, mereka akan nabok gw dan maki-maki gw?

dan saat itulah mereka baru sadar, meski apa yang gw lakukan adalah tindakan kecil, tapi menambahkan value lagi di dalam hidup mereka.

buat gw, hidup akan lebih berarti saat kita bisa menambahkan semangat atau mengubah hidup orang lain menjadi lebih baik lagi daripada hari ini

ga cuma dalam hal asuransi, hal-hal kecil pun yang bisa kita lakukan untuk memberi seulas senyum bagi orang lain, lakukanlah dengan tulus
berikan ungkapan bahwa "mereka itu pun berharga loh, dari manapun kasta dan kehidupan mereka"
karena setiap manusia diciptakan dengan harga diri yang sama, 
yaitu sama-sama berharga di mata Tuhan Sang Pencipta

yaaa gw sendiri juga bukan manusia sempurna
mungkin ada lah tindakan dan perkataan gw yang menyakiti hati orang lain
tapi dari ketidaksempurnaan itu, gw mau banget untuk belajar jadi orang yang lebih baik lagi hari demi hari
supaya gw bisa membawa perubahan yang lebih baik lagi bagi hidup orang lain

Value kecil-kecilan apa sih yang bisa kita lakukan untuk orang laen?
misalnya:

-. tersenyum dan mengucapkan terima kasih sama mas-mas yang bukain pintu di mol, yang mungkin dalam perjalanan dia berangkat kerja, sempet keciprat aer genangan di jalan
-. memberikan pujian tulus kalau teman menunjukkan hasil karyanya atau nilai tugas yang bagus, walaupun dia semalam suntuk minum kopi bergelas-gelas untuk mencapai prestasinya
-.membuang sampah pada tempatnya, meskipun mbak dan mas yang kerja itu digaji, tapi dengan kita berjalan 10 langkah ke tmpt sampah, itu sudah bisa membantu mencerahkan hati dia
-. bersedia bertemu dengan konsultan keuangan yang namanya Indri, bukan untuk langsung jadi nasabah, tapi sharing-sharing tentang perencanaan keuangan and let me help u by being a good listener for your need

okelah yang terakhir sih harapan gw yang terbesar sih hahahahha
anyway gw sendiri pun juga ga selalu ngajak orang ketemu untuk ngomongin insurance. masi banyak hal lain yang bisa kita obrolin, yang seru, lucu, dan pokoknya saling menambahkan value ke hidup kita masing2

terima kasih Pak Budi untuk waktunya hari ini. 
terima kasih untuk kepercayaannya kepada saya sebagai perencana keuangan anak bapak
dan terima kasih karena sudah mengajari saya tentang memberi value terhadap kehidupan orang lain



me and my bolt yang lemot lagi T_T

Indri









1 comment:

  1. Nice sharing sis, jaman sekarang aku lihat,udah banyak org yg lupa pentignya hal2 kecil seperti senyum atau pujian yg tulus.
    Mungkin kita juga sehari2 stress en makin individualis. Ini jadi pengingat juga biat akiu kedepannya itk ngga lupa hal2 kecil tp penting seperti ini lagi. Sukses trus mbak indri!

    ReplyDelete