di tengah hujan rintik, duduk sendiri di ruang tengah, dan rasanya pas banget kalo ditemenin segelas coklat low fat panas...
ga,, tenang aja gw lagi ga jaga lilin ni malem
babi ng*petnya uda tidur soalnya, bebas tugaskan dia malam ini dari pekerjaannya
jadi mau bahas ttg PERUBAHAN
kebetulan besok senin tgl 24 februari 2014, gw punya tugas utk sharing ttg Perubahan, dari buku Anthony Robbins, judulnya Awaken The Giant Within.
jadi tim kita memang lagi bikin acara utk membaca bareng dan bahas bareng isi buku ini
![]() |
| bagus dan tebal |
buat gw pribadi, yang namanya perubahan itu ga mudah
ini konsep yg uda terbentuk di otak gw
kenapa?
contoh,
katakanlah ada seorang bernama Amir (dan dy bukan nama si babi ngepet)
si Amir ini waktu kecil, ditanya orang tuanya, "wahay nak, apakah cita2mu?"
amir kecil berkata: "aku ingin mengubah dunia"
tetapi ternyata mengubah dunia itu susah
lalu beranjaklah si Amir menjadi seorang remaja, dan orang tuanya bertanya lagi
"wahay anakku, apakah cita2mu?"
Amir dengan yakin berkata " aku ingin mengubah negara ini"
dan ternyata ngubah negara ini ga semudah membalik tangan juga
dan beranjaklah amir menjadi dewasa
orang tuanya bertanya lagi
"eh tong, apa sih cita2 elu?"
si amir pun berkata lagi
"hmm.. aku mau mengubah kampung kita dulu deh...."
sampai si Amir beranjak tua, dy berkata
"rasanya gw harus ubah keluarga gw dulu,, bini gw kalo pencet odol ga bisa dari ujung, selalu dari tengah... "
tapi sayangnya keluarganya menolak utk berubah, bahkan bininya mengancam cerai gara2 odol (baca aja pos kota, banyak kejadian kaya gini)
sampai si Amir mendekati liang kubur dia baru sadar
" gw harus mengubah diri gw sndiri dulu.................."
kenapa sampe sebegitu lamanya si Amir utk melakukan yg namanya perubahan?
mungkin karena dy sudah mencoba utk mengubah dunia, dy gagal
lalu dy gagal lagi saat mencoba mengubah negara dan kampungnya
bahkan utk mengubah kebiasaan si istri saja dy ga bisa
dan akhirnya dy menyerah, dan baru menyadari, bahwa dy harus mengubah dirinya sendiri dulu, baru bisa mengubah yang lainnya.
dan ini rata2 menjadi kebiasaan banyak org yg akhirnya terpatri di benak mereka
"Berubah itu sulit, harus memakan waktu yg panjang"
tapi setelah gw baca bab tentang perubahan ini, gw menyadari banyak hal yg sebenernya kita sendiri juga uda tau, tapi kita ga lakukan
perubahan itu mudah,
perubahan itu cepat
asal kita punya strateginya
dan
seberapa besar sih kemauan elu uda berubah?
ketika seseorang mengambil keputusan utk berubah, ini membutuhkan keberanian
contoh lah dari diri gw deh, ketika gw memutuskan utk kembali berolahraga dan makan2an sehat, ini membutuhkan keberanian
keberanian utk bangkit dari rasa males
keberanian utk menolak junk food, kue2 manis, coklat dll
dan 1 yg gw harus inget, segala hal yg gw sudah putuskan, adl Tanggung Jawab gw sendiri
gw bertanggung jawab atas kondisi tubuh gw,
kalo mengurus, Alhamdullilah
kalo melebar, matilah, gw akan rentan kena penyakit dan ga kecil kemungkinan mewarisi sakit jantung dan diabetes dari keturunan keluarga besar bokap
*oooo kenapa bukan emas dan berlian yg diturunkan T_T*
rata2 org yg sudah mengambil keputusan utk berubah, mereka mengharapkan hasil instan
jadi ibaratnya kalo kata org jawa, Anget-anget Tahik Kotok
pernah waktu gw memutuskan utk kurus, gw olaraga mati2an dalam 1 hari
gw treadmil 1 jem, holahop 1 jem,
1 harian cuma makan sekali, berupa kentang rebus, dan dada ayam panggang
sisanya minum aer putih yg banyak
malemnya pas tidur, betis gw keram
besok paginya, pinggang gw biru gara2 rotan holahop
akhirnya gw patah areng dan sempet vakum olaraga
gw ga konsisten dengan apa yg sudah gw putuskan, yaitu merubah bentuk badan gw kembali seperti dulu
dan gw mulai mencari2 kambing itam atas perubahan bentuk badan gw yg sialnya pernah ditawarin susu ibu hamil waktu di care dulu
"ini pasti gara2 gw sering ketemu org, dikit2 ngopi, dikit2 makan...begitu sampe rumah gw cape, males olaraga, abis makan, tidur.."
dan gw heran sekali, kenapa gw ga bisa mikir
"wah, hari ini gw abis ketemu org, ngopi dan makan, secape2nya gw, gw harus minimal 1 jem olaraga dulu deh, gw harus pegang teguh komitmen gw utk kurus"
akhirnya, saban malem sebelom tidur, gw sengaja suka liat2 foto gw jaman dulu, koq dulu gw bisa ya 3 bulan turun 15 kg,
apa yg boost semangat gw sampe gw bisa melakukan hal itu?
dan dari buku ini, gw menyadari, ada yg namanya Pemrograman
dan itu harus diganti dengan Pengkondisian
maksudnya begimana?
gw ambil contoh dari buku tsb, tentang sebuah piano yg harus di stem senar2nya
setelah tukang stem selesai melakukan pekerjaannya, si Robbins nanya, berapa biaya stem?
tukang stemnya menolak menerima bayaran, dy berkata, bahwa biayanya akan ditagih pada saat kunjungan berikutnya
yaitu besok hari
lalu 1 kali di saat bulan depan
lalu 3 bulan sekali
wow, ini jenius menurut gw,
si tukang stem akan selalu datang, selain utk mendapatkan bayaran, dy jg memastikan bahwa setiap senar tetap kencang, sehingga piano tersebut ttp menghasilkan denting nada yg indah
kalo dikaitkan dengan perubahan yg ingin kita lakukan, maksudnya adalah
ketika kita sudah memutuskan utk melakukan perubahan dan menjalaninya, kita harus selalu memperkuat komitmen tersebut
dan akhirnya, hal ini yg menyebabkan si A.Robbins menciptakan Neuro Associative Conditioning
terdengar asing? sama
gw baca beberapa kali sampe ngerti banget maksudnya
yaitu, proses step by step yang mengkondisikan sistem syaraf utk menghubungkan kesenangan dengan hal2 yg ingin dicapai, dan kepedihan dengan hal2 yg harus dihindari
maksud gw, salah satu alasan yg membuat org berhenti melakukan perubahan, karena dy lebih banyak memikirkan kepedihan dalam mencapai perubahan itu. contohnya
"yahhh.. gara2 gw died, gw ga bole makan pizza nih..."
"yahhh,, gara2 gw mau nilai gw bagus, gw ga bisa maen game sering2 nih.."
"yahhh.. gara2 gw mao naek jabatan, gw harus lembur 24 jam sehari 7x seminggu nih"
nah, dengan pengkondisian ini, kita diwajibkan utk memahami, bagaimana kita bisa menggunakan kesedihan2 kita utk mencapai perubahan yg kita inginkan.
contohnya:
"gw memang ga bisa makan pizza banyak2 dlm waktu2 ini, tapi begitu gw langsing, gw bisa sangat menikmati pizza itu tanpa perasaan bersalah"
"gw memang ga bisa sering2 maen game, tapi kalo nilai gw bagus, gw bikin bonyok bangga, dan si tuti pasti jatuh hati sama gw"
"gw memang harus kerja keras mumpung masi muda, kalo gw naek jabatan, kehidupan istri dan anak2 gw lebih terjamin"
pada saat kita mengambil keputusan utk berubah, seperti yg gw bilang tadi, ingetlah, Tanggung Jawab sepenuhnya ada di tangan kita
tanggung jawab ini memiliki 3 keyakinan, gw jabarin 1-1 ya
1. Percaya, sesuatu HARUS berubah, bukan Seharusnya
coba katakan: gw harus dapet nilai 100, instead of saying gw seharusnya dapet nilai 100 ya...
begitu kita mengatakan harus, berarti kita sudah menempatkan syaraf kita dalam kondisi gw sepenuhnya bertanggung jawab atas nilai2 gw..
beda dengan seharusnya, mungkin si anak uda belajar, tapi ga serius, dan akhirnya dia dapet nilai kurang baik, dan diikuti dengan penyesalan
2. Percaya, bahwa DIRI KITA SENDIRI yang merubahnya
kalo kita ngegym, kadang sering disediain jasa utk memakai personal trainer. ada beberapa org yg menggantungkan tanggung jawab atas kesehatan mereka ke PT ini. kalo si PT ga dateng, org2 ini akan menyalahkan si PT. seharusnya kita sendiri sudah sadar, jangan mengambinghitamkan orang atas keputusan yg sudah kita ambil kan?
3. Percaya, saya BISA mengubahnya
percaya pada diri sendiri, kalo kita bisa, dengan kekuatan kita dan anugrah Tuhan, kita bisa mencapai apa yg kita ingin rubah :)
mengapa?
A.Robbins mengatakan tentang hebatnya kekuatan otak kita masing2
meski kadang kita mendengar orang memaki "Otak lu dipake ga sih?"
dan lucunya, memang kadang kita menyia2kan kemampuan otak kita yg hebat ini
Tuhan menciptakan otak kita sedemikian rupa, sehingga kita bisa memakainya utk berpikir dan berkreasi
ada lelucon yg mengatakan bahwa otak orang jepang kalo dijual harganya mahal, karena orang jepang rata2 sangat ambisius dan kreatif mampus
otak kita asupannya mudah, berupa oksigen dalam darah dan sedikit glukosa
manusia dengan otak cemerlangnya bisa menciptakan laptop, samsung s4, dan even kalkulator yg bisa menghitung lebih cepat daripada si penciptanya sendiri. luar biasa? banget
fakta menarik yg gw baca di buku ini, otak kita memiliki 28 miliar neuron sel syaraf utk bergerak.
bayangin, ketika gw ngetik ini, berapa syaraf yg terpakai? Praise God :)
masing2 syaraf ini bisa berkomunikasi dengan sel2 lainnya.
1 reaksi saja yg kita lakukan, bisa menyebar ke ribuan sel lain, dengan kecepatan 20/1000
kalo dibayangin, sekitar 10x lebih cepat daripada seseorang mengedipkan matanya
lalu dengan kekuatan otak sehebat ini, mengapa terkadang org yg gagal melakukan perubahan, selalu berfokus pada kegagalannya??
kenapa terkadang kita susah berfokus pada rasa bahagia, dan lebih memiilh terselimuti duka?
coba sekarang para pembaca memejamkan mata
inget2, dan bayangkan adegannya
ketika kalian bangun pagi tadi, lalu mandi, sarapan, dan berangkat bekerja ato beraktifitas
mungkin yg di jalan ada yg kejebak macet
atau ibu2 yg masak, tidak sengaja mengiris jarinya sedikit
otak kita akan merekam saat2 yg menyakitkan, mencari penyebabnya, dan merekam dalam sel syaraf, agar di masa depan, kita bisa mengambil keputusan yg lebih baik, ketimbang berlarut2 dalam kesedihan
ya, semuanya memang tergantung pilihan. wong kita sendiri koq yg mengendalikan otak kita :)
hati-hati terjebak dengan kepedihan di masa lalu
A.Robbins mengambil contoh ttg seorang temannya yg gagal menjalin hubungan setelah 12 tahun berpacaran
temannya ini adl seorang seniman yg memiliki semangat hidup yg hebat
dan ketika putus, semangat hidupnya meredup
otaknya mencari tahu, kenapa mereka bisa putus?
selama ini hubungan mereka baik, ooh apakah gara2 si teman ini org yg selalu memiliki gairah hidup yg tinggi? sehingga mereka putus
lalu otaknya mulai mencari lagi sesuatu yg terjadi secara bersamaan, wah bener nih, gara2 gairah hidupnya yg tinggi, makanya mereka putus. dan ketika otaknya hendak mengambil keputusan yg tetap akan penyebab mereka putus, akhirnya diputuskan, memang gara2 gairah hidupnya yg tinggi yg membuat mereka putus
sehingga akhirnya temannya memutuskan
"laen kali kalo pacaran lagi, ga mao deh menunjukkan gairah hidup gw yg tinggi itu ke pasangannya"
bingung? sama
gpp, itulah uniknya otak kita,
baca aja berulang2 sampe meresap dan dimengerti
terakhir dari bab ini, ada yg namanya Sumber Merusak Diri Sendiri
kurang lebih sama sih kaya yg barusan gw bahas tentang otak
jadi maksudnya, menghubungkan kepedihan dan kesenangan dalam 1 situasi
contohnya
coba kali ambil selembar kertas, tulisnya UANG di tengah2 kertas
sebelah kanan adlah alasan2 kenapa kalian butuh uang
sebelah kiri adalh sisi negatif kalo kita punya uang yg banyak
ketika kita berpikir " gw pengen punya duid banyak supaya gw bisa makan enak, hidup gw terjamin"
dan otak kita berpikir lagi " ah tapi supaya gw punya duid banyak, gw harus lembur mati2an nih, nanti kalo duid gw banyak, org2 kira gw mamer lagi, belom lagi kalo org2 pada dateng dan minjem duid, bisa ga balik duid gw"
nah dari buku ini, ksimpulan yg gw dapet, berfokuslah pada sisi positif pada saat kita sudah mengambil keputusan
jangan berlarut2 terdiam dalam kesedihan trauma masa lalu ataupun pada sisi negatif
ingatlah bahwa Tuhan sudah mengaruniakan kita otak yg luar biasa cemerlangnya, dan jangan lupa, pertanggung jawabkan keputusan yg sudah kita ambil, jaga kondisi kita supaya jangan drop semangatnya
terakhir, wanna share perubahan yg ingin kalian lakukan? feel free :)
peace, love, tetap menulis :)
Indri

No comments:
Post a Comment